Friday, December 12, 2014

Konsep Diri, Pentingkah?

Hidup dizaman yang penuh serba serbi itu sesuatu banget. Banyak rasa. Penuh tantangan, iya. kebahagiaan juga iya. Tapi dua rasa itu kalo bisa dijalani dengan baik, hasilnya bakalan baik juga. Bak kata pepatah, Seperti Buih dilautan. Gak punya pendirian, identitas gak jelas atau gak punya konsep diri. Sebagai makhluk Tuhan yang cerdas, pasti donk gak mau dibilang gak punya identitas. nah, kuncinya itu adalah Konsep Diri.

Sederhana, konsep diri itu bisa diartikan sebagai dasar dasar yang harus dimiliki dalam diri. dasar dasar inilah yang akan menentukan langkah dalam mengawal diri untuk menentukan jati diri. Standarisasi menjadi point yang sangat penting dalam konsep diri. Standarnya itu berupa nilai nilai terhadap keyakinan dan ajaran yang didapatkan. Kalo kita seorang muslim, maka nilai nilai nilainya adalah Islam.

Ada satu tanya, bagaimanakah menyerap islam kedalam kepribadian kita? kita simak beberapa tips berikut:

pertama, kalo ingin mempunyai konsep diri yang jelas, kita harus memahami bahwa diri kita ini adalah sebagai wadah kepribadian kita. Jadi, kalo kita udah tau kalo diri kita sebagai wadah kepribadian kita, pasti donk wadah itu kita isi dengan segala kebaikan.
kedua, mengetahui model manusia yang ideal. Teman, yang kita bahas disini adalah Konsep diri. Tepatnya konsep diri seorang muslim. Sebagai seorang muslim, kita harus memahami bahwa islam sebagai sesuatu yang harus kita isi dalam wadah itu. itulah teman, maksud dari point pertama tadi, kebaikan itu berupa nilai nilai islam.

kalo dalam al quran ada juga nih, surat at taghabun ayat 16, "bertaqwalah kepada Allah menurut kemampuan kalian". itu berarti bahwa Allah mengetahui keterbatasan kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan itulah Allah ingin kita berislam.

Nabi juga bersabda: "Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya". 
dengan mengetahui kadar kemampuan diri sendiri, kita bisa memposisikan diri secara tepat dalam berbagai situasi kehidupan.

Sunday, December 7, 2014

Sukses?


Merangkai huruf menjadi kata itu mudah. Nah, dari kata jadi kalimat, apalagi paragraph itu yang kadang kudu mikir keras.Tapi tak apa, bukan kah ituharus dicoba agar terbiasa. Ini adalah rangkain huruf, kata kata dan kalimat, berpadu dan siap menjadi paragrap.Walau tak sepenuhnya sarat akan makna, ada yang baca aja sudah bahagia… Hahaa..

hari ini mau bahas tentang apa ya?

Baiklah, kemarin itu ketemu sama teman teman mahasiswa baru, ngumpul dan kami pun diskusi. Yang kami bahas tentang sukses. gak tau, terencana ataupun tidak, itulah yang kami diskusikan. Gakterlalu lama, tapi setelah itu mereka mampu membuat sebuah kesimpulan.Ini dia…

Tia Oggita: “Sukses mempunyai banyak definisi, tergantung bagaimana setiap individu memaknainya. Sukses adalah sesuatu yang menjadi harapan setiap manusia dalam proses kehidupannya yang haru sdiwujudkan dengan jalan yang benar. Sebagai seorang muslim, jalan yang benar tersebut tentunya jalan yang musti ditempuh sesuai aturannya. #sederhanakan?



Nah, agar kesuksesan terwujud, maka perlu dilakukan pembuktian berupa tindakan nyata, bukan sekedar harapan tanpa usaha. Minimal, sukses untuk membuat perubahan perubahan dalam diri, dari pribadi yang biasa menjadi LuarBiasa!”.

Jadi ingat bukunya Solikhin Abu Izuddin, ada kutipan dari BS Wibowo: 

“RaihKesuksesandenganmenggunakansemuaotak, baikotaksendirimaupunotak orang lain”.
Fahammaksudnya? ini sedikit penjelasannya.

Sebelum  membentuk diri dan melejitkan potensi, maka kita mesti memiliki profil pribadi sukses, orang biasa yang memiliki prestasi luar biasa.Seperti dijaman Nabi saw, pribadi pribadi sahabat Nabi tidak menonjol dalam hal jabatan dan kekayaan tetapi lebih menonjol pada amal dan prestasinya dihadapan Allah. Wow kan??? Gak percaya? Kita bahas Abu Bakar.

Saat itu Abu bakar dikenal bukan sebagai saudagar ansich, tetapi lebih sebagai saudagar yang dermawan hingga menginfaqkan seluruh hartanya diperangTabuk. Karenannya bagi kita, dikenal atau tidak, tidak masalah.Yang penting bagaimana amal kita diterima disisi Allah dan memperberat timbangan kebaikan disisi-Nya.Semoga sudah punya gambaran sampai disini.

Setelah melihat beberapa penjelasan diatas, pasti pemahaman kita tentang sukses akan sama, ya kan? 
Untuk penutup ada tambahan nih, dari temannya Tia. “Sekecilapapunnilaikesuksesanitu, jikakitabisamenikmatinyadanmerasakannyapastiakanmembuahkankebahagiaandankepuasan”.Zizah.Suksesitu, “bahagiadansejahtera”.“Zurrya”.

Tafsir Surat Al Fatihah




Dari beberapa referensi dapatlah sedikit ilmu tentang tafsir surat Al fatihah. Kalo gak telat datang kajian minggu lalu, bisa jadi ga kbuat nih. Tapi kemarin udah janji mau buatkan sedikit resume buat teman teman yang mau hadir tapi lagi ada agenda lain diwaktu yang sama, akhirnya dengan bermodalkan google, ketemu. Ini buat kita semua….

Al Fatihah, siapa donk yang gak tau. Bukan saja dalam kalangan pemeluk islam sendiri yang sudah memahaminya, bisa jadi dari mereka yang bukan islam, mungkin ada yang sudah fasih kalo disuruh melafalkan bacaannya. Itu artinya surat Al fatihah ini sangat popular. Tapi, kepopuleran surat ini selalu hanya sebatas menghafal dan sedikit sekali yang mencoba untuk membaca atau bahkan mempelajari tafsir surat ini. 

Surat Al Fatihah adalah surat pertama dalam al quran, yang berarti pembuka. Ia juga dinamakan Ummul Kitab (induknya kitab Al quran), Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang kali dalam sholat).

Secara umum, adahal yang lebih penting dari sekian banyak kandungan dari tafsir ini, salah satunya, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fii Zilalil Quran menyatakan, surat Al Fatihah memuat Aqidah Islamiyah secara global, memuat konsep islam secara garis besar, memuat segenap rasa dan arahan yang mengisyaratkan hikmah dipilihnya surat ini untuk dibaca berulang ulang pada setiap raka’at dan hikmah batalnya shalat yang tidak dibacakan surat ini didalamnya.
Selain itu, surat Al Fatihah menghimpun tujuan tujuan Al Quran. Bahkan setiap makna dalam Al quran menurut Amru Bin Khalid dapat ditemukan dalamsurat ini.

Okeh, sekian dululah tentang tafsirnya walau sebenarnya sangat banyak sekali.

Saturday, October 18, 2014

Bukan Satu Rasa

#Tanggal 12 oktober, UKMI ada hajatan besar. Buat perekrutan mentoring, seminar dan training jurnalistik. Butuh banyak persiapan. Hingga yang dirasakan  bahwa 1 minggu jelang persiapan adalah minggu yang melelahkan. #strees 

#Malamnya, ada agenda mabit. Dalam perjalanan ketempat tujuan, terusik untuk buka mp3. Ma’tsurot kelar sengaja buka folder nasyid, biasanya kalo kondisi begitu, tujuan buka nasyid buat memompa semangat aja. Beberapa nasid  izzis dan shouhar mengantarkanku pada tujuan. #penat tergantikan.

#pagi-siang-sore. Minggu juga berlalu. Perjalanan balik, mikirnya nulis dulu (baru dapat motivasi buat nulis, walau acak-acakan) dan ngeberesin data acara tadi. Hebatnya, penat tak berasa. Nyampe dirumah, habis bersih-bersih, liat diapur ada “lesung” dan “ceret” kiriman emak, wah... syalalaaaa. #bahagia sekali

KANGKUNG (Special Nihgt :D)

Habis pelatihan jurnalistik kemarin, agak "tertantang" buat ngisi blog.
Kisah Sederhana dimalam itu.

Walaupun kumpul malam itu dimulai dengan bakwan dan pisang goreng, tapi yang menjadi topik sesaat kami malam itu adalah KANGKUNG. Tumbuhan jenis sayuran berdaun hijau panjang, jika dipotong- potong dan dikolaborasikan dengan beberapa terasi, cabe rawit dan beberapa barang, maka seolah-olah kami sedang menikmati makan diwarung yang spesial #bayangknlah sendiri dan sile dicoba....
Baik, makan malam itu ada aku, mega, ayu, yani, iin, nuriana. Sebenarnya malam itu ada fatma, heriani, tura, haryanti dan mita. Eh, tak terlupakan lara dan tia. Tapi fatma masih dibatam, heriani sedang berjuang membantu mamaknya menyelesaikan pesanan konsumsi untuk acara seminar kami esok hari. Mbah mita yang lagi dirawat inap diRS membuat dia harus menjaga adiknya dirumah, sedangkan tura harus rapat himpunan mahasiswa tempatan. Haryanti? Sms yang masuk kalo malam itu dia udah janjian belajar kelompok. Lara dan Tia? Saat ini belum waktunya ia bisa bekumpul dengan kami. #komplit...
Nurianalah yang menyebabkan fokus kami dalam beberapa saat malam itu adalah KANGKUNG. Nuri menjamu makan malam kami dengan menu yang "istimewa". Tumisan Kangkung yang menggugah selera. Kami sangat menikmatinya. Hanya saja, .Mega yang enggan menyentuh kangkung karna belum terbiasa dengan "Kangkung". kangkung tumis nuriana, enak!