Monday, February 2, 2015

Tentang Hati (Tadzkiyatun Nafs)


TAZKIYATUN NUFUS

TANJUNGPINANG, 25 JANUARI 2015

Ini tentang hati sobat, akan kusampaikan kepadamu yang kemarin belum berkesempatan hadir dikajian pagi itu. cekidot....

Tazkiytun nufus ataupun tazkiyatun nafs bisa diartikan dengan membersihkan jiwa atau pembersihan jiwa. Upaya kita untuk membersihkan hati atau jiwa kita dengan mengeluarkan segala bentuk kotoran- kotoran yang ada dalam diri kita kemudian ditambah dengan akhlak yang baik ataupun keutamaan- keutamaan lain yang mampu mendekatkan diri kepada Allah. Tazkiyatun nafs menjadi hal yang sangat penting untuk untuk diperhatikan, karna ia akan menentukan derajat seseorang. Sebab ia akan berhubungan langsung dengan hati. Dan hatilah yang menggerkkan segalanya.
Ketika fisik seseorang sakit, bisa saja kita pergi kedokter. Tapi, jika hati yang sakit maka upaya- upaya yang bisa dilakukan berupa:
  1. Terus- menerus melakukan Qiyamul Lail
Qiyamul lailmerupakan jalannya orang- orang shalih. Maka jika ingin menajdi orang yang shalih, lakukanlah qiyamul lail secara continue. Qiyamul lail merupakan sarana komunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Dikeutamaan yang lain bahwa Qiyamul lail juga shalat yang paling utama setelah shalat fardhu.. dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasullah Shallallahu alaihi wasalla pernah ditanya:”Shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu (yang lima waktu)?”, beliau menjawab: ‘shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah (sunnah) ditengah malam (shalat tahajjud)”. –diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim-

  1. Tilawah Al Quran
Seperti halnya matahari dunia, Al Quran tidak member pengaruh kecuali kepada mereka yang membuka diri dibawah cahayanya. “Al quran tiada lain adalah peringatan bagi semesta alam, bagi siapa saja diantara kalian yang mau menempuh jalan lurus”. –At Takwir: 27-28-
Salah satu sebutan terpenting bagi Al Quran adalah “Ruh”. “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al Quran) dengan peringatan Kami”. –Asy Sura:52-
Al Quran itu bagi hatiseperti ruh bagi tubuh. Hanya saja tubuh pada akhirnya akan lenyap, sedangkan hati adalah tempat kita meraskan kehadiran Allah. Hati yang bersih membuat seseorang bisa bersikap lurus didunia dan menyelamatkan kelak diyaumil akhir.

  1. Berdzikir kepada Allah
Berdikir berarti mengingat Allah. Dzikir adalah bagian dari cara agar kita senantiasa istiqomah. Dengan dzikir kita akan merasa bahwa Allah selalu mengawasi kita.

  1. Sholat Dhuha
Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang mempunyai nilai tersendiri dimata Allah. Semakin sering melakukannya, maka hubungan kita dengan Allahpun akan semakin dekat. Wallahua’lam

0 komentar:

Post a Comment