Friday, March 13, 2015

TENTANG RINDU

Bagaikan Pungguk yang merindukan bulan, malampun begitu. Ia terlalu berharap matahari menyinarinya dan siang yang mengaharapkan datangnya bulan. Memang, semuanya ini hanya sebuah perumpamaan. Dan akan berubah kecuali dengan takdir Allah.


Ini tentang rindu..
Rindu sebatang pohon akan hujan..

Kemarau ini terlalu panjang. Bumi begitu gersang. Mengharapkan hujan datang. Bagaimana tidak, ia menyadari bahwa ada sebatang pohon ditengah-tengahnya yang sangat membutuhkan sentuhan air. Andai sedikit saja hujan tak membasahinya, pohon itu tak akan tumbuh sempurna. Tapi tetap saja, bumi tak mampu mengetahui kapan datangnya. Ia tak mampu berbuat yang lain.


Disisi yang lain, walau harus bertahan dengan keadaan, pohon terlalu setia menanti. Sangat kuat dalam ingatannya, ketika terakhir hujan menemuinya, menyapa dengan guyuran lembutnya yang mampu memberikan energy, walau saat perginya, ia pun tak berjanji kapan kan kembali. Bukan hujan sengaja menelantarkannya, namun ia terlalu takut janji itu tak terpenuhi. Atau datang diwaktu yang lain.


Ditengah penantian yang membuatnya hampir layu dan siap merelakan hidupnya saat yang difikirkannya bahwa hujan benar-benar tak kembali, anginpun datang, bersama gerimis-gerimis kecil membawa sebuah isyarat bahwa sang hujan bukan sengaja menyakiti diri dengan cara seperti ini, apalagi sampai melupakannya. Pesannya, ia pasti akan datang, saat  Tuhan benar-benar menakdirkan harus menemuinya. 


Sang pohon begitu bahagia. Ia pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada angin, setidaknya, ini akan membuatnya semakin termotivasi menanti walau rindu begitu hebatnya dihati. Setelah tugasnya selesai, angin pergi.

Rinduu...


0 komentar:

Post a Comment